Tulisan Pilihan

Tak Disangka Harga SBD Kini di Angka 3 Dolar Amerika

Sore ini, sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda di grup WA Poros Selatan – beranggotakan sejumlah pegiat sastra yang tinggal di Jabodetabek – apakah uang kripto dari Steemit bisa dicairkan. Saya segera menjawab: bisa. Sebab, saya dan kawan-kawan memang pernah mencairkannya, dulu. “Tapi harganya rendah sekali mas,” kata saya. “Nol koma sekain dolar untuk satu Steem dan SBD.

Hive, Platform Bloging Baru “Berhonor” Uang Kripto

Ini platform baru yang membayar penulis dengan uang kripto. Ceritanya, beberapa waktu lalu, penyair @rofiqizaim memposting tentang Hive di sebuah grup. Saya tanya apa itu Hive? Iwan Kurniawan menimpali: “Saingan Steemit. beberapa hiu keluar dan bikin Hive.” Mungkin Anda sudah tahu Steemit, sebuah platform bloging yang mengganjar penulis atau kreator kontennya dengan uang kripto Steem dan Steem Dollar. Nah, beberapa […]

Jangan Tergoda Hosting Gratisan

Saya pernah mengalami kejadian seperti ini: baru beberapa jam website selesai saya kerjakan, dan rapi, ketika dibuka sudah ada pesan bahwa website itu disuspend. Saya mengecek email, ada pemberitahuan bahwa web disuspend karena melebihi limit harian. “Your account exceeded the daily limits of your service,” begitu tertulis di email. Penyedia hosting itu juga menawarkan agar saya beralih ke hosting berbayar.

Aneka Kisah Tentang Wabah

Saya mendapatkan buku digital setebal 190 halaman ini dari Prof Faruk, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada, di sebuah grup terbatas beberapa jam lalu. “Ini dibagi gratis,” kata Prof Faruk. “Tolong bagikan saja ke sebanyak-banyaknya orang,” tuturnya lagi di grup itu. Teman-teman di grup itu menyambutnya. Berjudul Wabah (Kumpulan Cerpen), buku diterbitkan atas kerja sama Fakultas Ilmu Budaya […]

Presiden itu Terbaring Sakit

Kemarin dapat pesan WhatsApp dari penyair Aceh Din Saja beserta foto ia sedang bersama penyair Hasbi Burman. Bang Din — begitu kami menyapanya — memberi kabar bahwa Bang Hasbi Burman sedang sakit. Sakit apa? “Kantung kemih. Rencana mau operasi, tapi HB masih rendah,” kata Bang Din. Pesan Bang Din saya teruskan ke grup Seniman Aceh dan Penyair Aceh agar sama-sama […]

Inspirasi dari Sang Bos

Sungguh saya kecele. Tidak hanya saya yang kecele. Ketika saya perlihatkan sampul buku ini kepada seorang kawan dan saya minta menebak buku “Apa Kabar Bos” itu mengulas tentang apa, sang teman itu langsung berujar: tentang bos-bos kan. Ya, saya pun demikian awalnya. Saya berpikir buku ini mengangkat tentang hal-hal “dunia eksekutif” alias para bos-bos, istilah teman saya tadi. Tapi rupanya […]

Menulis di Storial Bisa Dapat Uang

Banyak yang salah paham dengan platform penulisan. Salah satunya asumsi bahwa plarform hanya cocok untuk penulis muda dan penulis berpengalaman gak bakal laku di sana. Saya tidak sependapat dengan asumsi itu. Platform hanya sebuah ruang, bukan isi itu sendiri. Isjnya ditentukan oleh manusia. ibarat gelas, kalau diisi susu, maka ia akan berisi susu. Kalau diisi jamu maka isinya jamu.

Lelaki yang Ditelan Gerimis

Cerpen: Mustafa Ismail KAMI bertemu di Rex, Peunayong, ketika gerimis baru saja reda mengguyur Kota Banda Aceh itu. Aku tidak tahu dia muncul dari mana, tiba-tiba dia sudah berada di depanku. Sejenak aku sempat terperangah dengan kehadirannya. Aku hampir tidak mengenalnya jika ia tidak menyebut namanya sendiri, sambil bertanya kepadaku dalam logat Aceh yang kental, “Kau masih ingat kan?” Jelas […]

Batang

Batang, Jawa Tengah, adalah daerah yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk. Di jalanan Batang kita dengan mudah menemukan orang-orang yang melaju tanpa terburu-buru, seolah tak ada yang harus ngotot dikejar dalam hidup ini. Santai, namun bersemangat. Banyak yang bermotor, tak jarang pula yang bersepeda. Ada pula yang berjalan kaki atau menggunakan becak tradisional yang didayung dari belakang.

Haba Jameun dan Penulis Milenial

Dulu, pada awal 1990-an, saya sangat rajin mengirim karya (puisi, cerpen, dan opini) ke Serambi Indonesia. Halaman sastra diasuh oleh sastrawan senior Aceh, Hasyim KS (Alamrhum). Adapun halaman Opini dipegang Yarmen Dinamika, dan sempat pula digawangi Teuku Ahmad Dadek dan kemudian beberapa yang lain.

Tiket Pesawat Mahal Pembunuh Festival Sastra

Sejumlah teman penulis sastra makin berat kini menghadiri festival-festival sastra. Pasalnya, ongkos perjalanan kini berbeda dengan setahun lalu. Tahun lalu, ketika saya menghadiri Festival Sastra Bengkulu 2018, tiket pesawat terendah masih Rp 400 ribuan. Kini harganya sekitar Rp. 800 ribu untuk harga terendah.

Dari Sebiji Padi

dari sebiji padi kita menjelma pagi, sepotong sajak dan secangkir kopi – tumpah di tepi “kau pasti lupa pada pulot, timphan dan seudati.” aku selalu membenci mulutmu yang sebiru mataku meruapkan aroma Seulawah dengan rumah tua di pucuknya dan kau pernah berpose di sana sambil membayangkan:

Seperti Apa Wajah Sastra Pasca Koran

Seharusnya tulisan yang benar, menurut ejaan Bahasa Indonesia, adalah “Sastra Pascakoran”. Tapi saya kok ya kurang sreg menulis dengan kata “pascakoran”. Penggabungan dua hal ini seperti menisbikan koran dan membentuk kata baru yakni “pascakoran”. Padahal artinya sama dengan Sastra Setelah Koran. Jadi saya pakai ejaan yang salah.

Baca Puisi VS Pertunjukan Puisi

Kali ini saya ingin bicara soal baca puisi. Sebagian orang masih bingung membedakan. Padaha keduanya berbeda. Baca puisi adalah upaya mengartikulasikan puisi kepada penonton dengan cara membaca, sekali lagi: membaca. Lalu, apa itu pertunjukan puisi? Simak saja rangkuman #twitsastra saya di akun Twitter @musismail.com.