Tulisan Pilihan

Jangan Digantung di Monas

Mustafa Ismail, penggiat kebudayaan Sumber: Koran Tempo, Jumat 16 Maret 2012 Dulu–entah sekarang–ada guyonan di kalangan remaja, kalau putus cinta, jangan minum racun, mending gantung diri di pohon cabai atau pohon tomat. Lebih praktis, murah, dan aman. Soalnya, racun itu mahal. Kadang hal itu diucapkan sambil meniru iklan sebuah produk antinyamuk yang menyatakan produk kompetitornya mahal. Sekilas, ini memang tanpa […]

Antologi Puisi Negeri di Atas Langit: Kupu-kupu untuk SBY

Oleh: Mustafa Ismail Kupu-kupu yang lucu kemana engkau terbang hilir mudik mencari bunga yang kembang untuk mengisap madu dan sarinya Itu adalah puisi yang ditulis oleh Soeryadarma Isman, penyair cilik dari Padang Panjang, Sumatera Barat, dalam buku “Negeri di Atas Langit”. Buku yang menghimpun karya tiga penyair cilik, selain Soeryadarma, ada Shania Azzira dan Shalsabilla Oneal Dhiya Ulhaq itu diluncurkan […]

Pada Suatu Masa, Cantoi, Kali Code

Sumber: Jurnal Nasional | Minggu, 22 Jan 2012 Mustafa Ismail PADA SUATU MASA pada suatu masa, kita pernah bercakap-cakap tentang hujan yang turun dalam tidurmu tentang tarian jari-jari Mella di galeri itu yang mengantarmu ke sebuah masa tentang cuaca Barcelona di musim dingin yang membawamu ke sebuah nama lalu hujan menjadi batu lidah kita sedingin salju aku membakar sejumlah mimpi […]

Pram Menggugat Didiskusikan di TIM

Judul Buku : Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia Penulis : Koh Young Hun List Price : Rp 75.000 Penerbit : Intisari (Gramedia Pustaka Utama) Cetakan I : Desember 2011 Tebal : 436 Ukuran : 210x140x0 mm =============================================================== Sastra kerap bermusuhan dengan politik ketika penguasa bertindak represif. Pelarangan buku-buku Pramoedya Ananta Toer berakibat fatal. Nyaris langka kajian tentang karya-karya Pram yang […]

Seni, Lokalitas, dan Tanah Rantau

ADA satu kalimat klasik untuk menggambarkan bagaimana seni bisa beradaptasi begitu mudah dengan lingkungan apa pun: seni mengusung bahasa universal. Seberapa pun gelap seni itu, atau bahasa verbal yang dibawa oleh karya seni itu tidak dipahami oleh publik tempat seni itu dipertunjukkan, karya itu tetap bisa dinikmati. Bagi khalayak, sajak-sajak Afrizal Malna begitu gelap, namun tetap ada sesuatu yang bisa […]

Seni, Identitas dan Wawasan Estetik

Oleh Mustafa Ismail Sumber: Suara Karya, Sabtu, 16 Oktober 2010 Penyair Sapardi Djoko Damono dalam sebuah sesi kuliah di pascasarjana Intitut Kesenian Jakarta melontarkan sebuah pertanyaan menarik: jika seniman berkarya mengadopsi/bertolak atau menyerap wawasan estetik dari karya asing apakah bisa disebut karya seni Indonesia? Menurut Sapardi, seniman, secara politik, identik dengan kewarganegaraan tertentu. Seseorang disebut sebagai seniman Indonesia karena ia […]

Peluncuran Buku Fanny Poyk

Hari ini, Sabtu, 14 Januari 2022, ada beberapa acara seni yang menarik. Salah satunya peluncuran buku kumpulan cerpen “Suamiku Dirampok Orang” karya Fanny Jonathans Poyk.  Acara itu diadakan di Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya 73 Jakarta Pusat. Diskusi akan dipandu oleh penyair Remmy Novaris DM. Fanny Jonathans Poyk, penulis cerpen itu, dalam status Facebooknya, […]

Menulis Bisa Kaya? Siapa Bilang Tidak?

Oleh: Dianing Widya Mengapa Menulis? PERNAHKAH Anda memiliki keinginan untuk dikenal orang banyak, memiliki rumah sendiri, memiliki mobil bagus, juga jalan-jalan ke berbagai kota bahkan negara? Semua itu hanya bisa diwujudkan dengan bekerja keras. Salah satunya dengan menulis. Mengapa? Menulis juga salah satu kegiatan yang menghasilkan uang, dan bisa dijadikan profesi. Artinya menulis bukan lagi sekedar hobi. Banyak penulis yang […]

Saman Semalam Suntuk di Taman Mini

Ikatan Mahasiswa Gayo Lues (IMGL) Jabodetabek dan Aceh Culture Centre (ACC) Jakarta akan mengadakan Pergelaran Tari Saman semalam suntuk bertema di anjungan Aceh TMII Jakarta, Sabtu 14 Januari 2012, pukul 19.30. Kegiatan ini dibingkai dalam tema “Saman Warisan Dunia”. Sebelumnya, kegiatan ini akan digelar pada November lalu, namun tertunda. “Pergelaran tari Saman semalam suntuk ini untuk memetakan posisi saman dalam […]

Tarian Cermin: 99 Sajak Mustafa Ismail

Oleh Adek Alwi ————Sumber: Suara Karya, Sabtu, 1 Nopember 2008 PALING tidak ada tiga sebab mengapa tahun 1970-an dan 1980-an tak banyak benar sastrawan asal (dan yang tinggal di) Aceh kita kenal. Pertama, mereka mungkin tak serajin LK Ara, Isma Sawitri, Zakaria M Passe (untuk contoh yang tak banyak itu) mempublikasikan karyanya di majalah dan koran Jakarta. Kedua, teknologi informasi […]

Antologi Puisi Kartini

Informasi ini saya dapatkan dari halaman facebook Kosakatakita. Tidak ada salahnya saya bagikan di sini. Ceritanya, KosaKataKia akan membuat buku puisi dari penyair perempuan. Direncanakan buku itu akan terbit pada 21 April 2012. Nah, penerbit itu mengundang para penyair perempuan dari seluruh Indonesia untuk mengirimkan karyanya. Persyaratan umumnaya: perempuan, segala usia, domisili di mana saja,  sudah membukukan puisinya (baik sendiri maupun […]

Ajak Aku Melihat Kunang-Kunang

Oleh Mustafa Ismail —- Sumber: Suara Pembaruan, 10 Februari 2008 — Lelaki itu membuka komputer, lalu mengaktifkan Yahoo! Messenger. Ia meneliti satu persatu nama-nama di sana. Beberapa temannya sedang online. Tapi lebih banyak tidak. Sudah sore, pikirnya, teman-teman yang biasa mengaktifkan YM di kantor, sudah mulai pulang. Rus ingin menyapa beberapa teman yang tinggalnya terpisah-pisah di berbagai kota dan luar […]

Perjuangan Seorang Perempuan

MUSTAFA ISMAIL | @musismail Cerita menjadi eksotik karena berlangsung di dunia pesantren. Ini persoalan perempuan. Perempuan Berkalung Sorban bercerita tentang Annisa (Revalina S. Temat) yang berjuang untuk keluar dari “ketertutupan” pesantren, tempat ia dilahirkan. Annisa adalah anak Kiai Hanan (Joshua Pandelaky), pimpinan Pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur, yang konservatif. Kiai Hanan berprinsip: perempuan tidak berhak menjadi pemimpin. Maka, […]