Puisi di Media Indonesia: Hujan Sampai Sabang

Sungguh, lumayan lama saya tidak menulis puisi. Lalu tergerak lagi (dan kangen) menulis puisi saat ada beberapa acara pertemuan sastra pada 2016. Tidak bisa dipungkiri bertemu teman-teman penulis (sastra) dan terus merawat komunikasi dan silaturahmi akan sekaligus merawat semangat kita menulis. Tiga puisi yang dimuat di Media Indonesia hari ini (Minggu, 4 Juni 2017) adalah puisi-puisi saya masa “belajar kembali” […]

Belajar Menulis Puisi Lagi: Dari Pasar Malam Hingga Negeri China

Saya sudah lama tidak menulis puisi. Kini saya sedang mengumpulkan lagi semangat dan mengasah kembali kepekaan puitikal. Selama ini, saya lebih sibuk dengan kegiatan-kegiatan di luar urusan proses kreatif menulis puisi, seperti kerjaan kantor dan terlibat menjadi pelaksana sejumlah kegiatan kebudayaan. Waktu dan energi habis untuk itu. Semua tercurah.

Sajak-sajak Tentang Hujan

Mustafa Ismail JAKARTA HUJAN biarkan jemuran bermain hujan janganlah kau mengkhawatirkan kesehatannya secara berlebihan. TARIAN HUJAN aku ingin melihat kau menari-nari dalam hujan sampai mabuk sampai suntuk sampai kampung-kampung terlelap sampai kau dan aku terdiam. KENANGAN HUJAN hujan kembali mengucur menari di atas rambutmu mengirim kenangan dari masa lalu, dari kensunyian yang sangat MIMPI HUJAN hujan telah reda tapi wajahmu […]

Pada Suatu Masa, Cantoi, Kali Code

Sumber: Jurnal Nasional | Minggu, 22 Jan 2012 Mustafa Ismail PADA SUATU MASA pada suatu masa, kita pernah bercakap-cakap tentang hujan yang turun dalam tidurmu tentang tarian jari-jari Mella di galeri itu yang mengantarmu ke sebuah masa tentang cuaca Barcelona di musim dingin yang membawamu ke sebuah nama lalu hujan menjadi batu lidah kita sedingin salju aku membakar sejumlah mimpi […]