bloging
Mohon Izin Saya Main Tiktok Dulu, Jangan Tanya Mengapa

Mohon Izin Saya Main Tiktok Dulu, Jangan Tanya Mengapa

Setelah membuat akun sekian lama, dalam dua pekan ini saya mulai mengisi TikTok. Tapi awal-awal, follower saya 0 (telur), baru kemudian muncul tiga hamba Allah jadi follower pertama. Saya terdorong mengisi TikTok, salah satunya, setelah anak saya memperlihatkan kreator dari luar (negeri) memposting video tentang buku di sana. Selain itu, saya menemukan pula sejumlah konten kreatif dan bermanfaat, tak hanya joget-joget gak jelas dan bikin saya pengen banting pintu.

Tapi makin ke sini, konten-konten semacam itu makin tenggelam oleh konten-konten kreatif. Banyak kreator yang tadinya berkarya di Youtube, membuat video pendek di TikTok. Begitu pula dari media sosial lain, banyak yang pindah ke Tiktok. Tak heran pertumbuhan TikTok, terutama di Indonesia, sangat cepat. Sebuah data menunjukkan data pengguna TikTok di Indonesia kini 92,07 juta. Padahal pada April 2020, penggunanya di Indonesia masih 37 juta. Jumlah penggunanya sudah menyamai Instagram yakni 92.53 juta.

Yang menarik, Tiktok akan mempromosikan konten yang banyak disukai orang, tak penting apakah follower kita masih sedikit. Cara mengetahuinya mudah: jika ada sebuah konten yang akunnya tidak kita follow lewat di beranda kita, artinya konten itu dipromosikan TikTok — istilahnya FYP (For Your Page). Algoritma memungkinkan semua konten berpotensi dipromosikan, terpenting kita konsisten posting dan sering merespon konten orang (nonton, like, dan berkomentar).

Banyak hal bisa dibikin menghibur sekaligus berguna. Mulai dari konten komedi, review outfit — seperti dilakukan seorang kawan baik saya, informasi lokasi wisata, film, musik, seni, kuliner, budaya, tutorial, aneka tips, bersepeda, olahraga, cuplikan berita, komedi, film pendek, kisah sehari-hari, dan sebagainya. Tinggal pilih mana yang kita suka.

Contohnya, seorang abang ojek online, memposting video keseharian dan kini followernya sudah mencapai 200 ribuan. Coba cek akun Tiktok @amitsekali04. Ia pun sudah bisa mendapatkan pendapatan dari TikTok. Tahu dari mana? Lihat saja ada beberapa iklan di feed dia. Nah, saya menemukan video dia tidak sengaja, lewat begitu saja di beranda saya alias dipromosikan oleh TikTok.

Saya juga memilih jalur “catatan harian”, misalnya jalan-jalan keliling kampung, mengunjungi suatu tempat, makan di pinggir jalan, ngopi di warung indomie, duduk di tepi danau tak jauh dari rumah, ngobrol dengan tukang starbuck keliling, ketemu kucing yang lari dikejar ikan, dan sesekali baca puisi.

Tapi setelah memposting beberapa video, yang bikin ngenes adalah yang nonton nol. Apalagi yang memberi like. Iya iyalah, wong followernya cuma tiga. Akhirnya, setelah mempelajari cara kerja TikTok secara sekilas dan cepat, saya pun menemukan cara menaikkan follower dengan cara relatif cepat pula.
Maka dalam sehari follower saya bisa bertambah lebih 150 orang. Sekarang, sekitar dua pekan kemudian, follower saya sudah 2.500-an. Kok bisa? Ya bisalah. Di TikTok populer istilah mutualan, saling follow. Nah, saya saling follow dengan banyak akun lain.

Biasanya ada saja akun yang mengadakan siaran langsung (live) mutualan itu. Kita tinggal cari di TikTok dengan kata kunci Live. Nah, di siaran langsung itu kita memfollow orang yang memberi give (berbentuk stiker bunga, hadiah, dll) dan sejumlah pengikut di following paling atas si pemberi give tersebut, biasanya 5-10 akun. Kita juga bisa mengikuti akun-akun yang berkomentar di live itu. Ada sejumlah akun yang membuat kegiatan live semacam itu. Detilnya kapan-kapan saya tulis atau buat videonya.

Setelah follower bertambah, barulah konten saya ada yang menonton dan memberi like. Jadi saya tidak lagi seperti baca puisi di tengah hutan – tidak ada yang mendengar atau menonton, kecuali ranting, daun-daun, dan burung-burung. Alhamdulillah.

Nah, bagi kawan-kawan yang punya akun TikTok, mari saling follow. Nanti akan saya folback semua. Tapi tidak bisa langsung ya, nanti dianggap spam oleh TIkTok, akun bisa ditangguhkan sementara. Mesti ada jeda. Intinya akan saya follow secara bergiliran. Nama akun saya: [@moesismail](tiktok.com/@moesismail) (sama dengan akun Instagram & Twitter). Bagi yang ingin bikin akun dan download aplikasinya silakan [di sini]. Itu adalah link referal, yang memungkinkan Anda mendapatkan give (hadiah) beberapa rupiah.

Ayo, kita ramaikan TikTok dengan konten bermutu sesuai minat dan hobi masing-masing. Iseng-iseng berhadiah. Seperti teman yang saya ceritakan di awal tulisan ini: ia mulai banyak dikirimin outfit oleh sejumlah brand untuk direview. Lumayan kan. Tapi tentu semua itu tidak instan. Perlu proses panjang. Ingat itu. Huhu.

MI 14-03-22

#indonesia #kvi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: