puisi
Dari Sebiji Padi

Dari Sebiji Padi

dari sebiji padi kita menjelma pagi, sepotong sajak dan

secangkir kopi – tumpah di tepi

“kau pasti lupa pada pulot, timphan dan seudati.”

aku selalu membenci mulutmu yang sebiru mataku

meruapkan aroma Seulawah dengan rumah tua di pucuknya

dan kau pernah berpose di sana sambil membayangkan:

ada ribuan nisan tak kau kenal

nun di gunung, di pelosok malam paling dalam,

bersitatap dengan mulut anakmu tak bisa diam.

kau adalah perempuan kampung, inong balee

ditinggal pergi lelaki baja

menanami ladang dengan biji-biji padi.

“kita telah menjadi sunyi, iklan dan televisi.”

dari sebiji padi kita menjelma api, sepotong mata dan

sepiring nasi – yang pecah di kaki.

“apa kau masih ingat

Depok, Maret 2018

GAMBAR Ilustrasi: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: