Dari Sebiji Padi

dari sebiji padi kita menjelma pagi, sepotong sajak dan secangkir kopi – tumpah di tepi “kau pasti lupa pada pulot, timphan dan seudati.” aku selalu membenci mulutmu yang sebiru mataku meruapkan aroma Seulawah dengan rumah tua di pucuknya dan kau pernah berpose di sana sambil membayangkan:

Seperti Apa Wajah Sastra Pasca Koran

Seharusnya tulisan yang benar, menurut ejaan Bahasa Indonesia, adalah “Sastra Pascakoran”. Tapi saya kok ya kurang sreg menulis dengan kata “pascakoran”. Penggabungan dua hal ini seperti menisbikan koran dan membentuk kata baru yakni “pascakoran”. Padahal artinya sama dengan Sastra Setelah Koran. Jadi saya pakai ejaan yang salah.