puisi

Miskin atawa Ketika Tubuh Digayut Sakit

Aslinya, sesuai ketikan di bundel “Perjalanan” (Sajak-sajak Mustafa Ismail 1990-1992″ puisi ini berjudul “Ketika Tubuh Digayut Sakit”. Tapi, entah kapan, judul puisi itu kemudian saya coret dengan ballpoin dan di atasnya saya tulis kata “Miskin” sebagai judul baru — dengan huruf kapital. Puisi yang lahir pada 1991 ini saya ketik ulang seperti aslinya di bundel itu.

MISKIN
KETIKA TUBUH DIGAYUT SAKIT

betapa saat ini aku membayangkan Kau akan
datang menjemput. sementara aku belum siap
berangkat. masih teramat miskin jiwa ini akan
harum wewangian. O, rebahkanlah mawar-Mu dalam
kalbuku. agar semerbak jasmaniku rohaniku selalu
memuja Engkau dalam tiap rimbun nafasku.

bna, 91

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: