puisi

Senja Jakarta

Kini telah senja
tetaplah tersenyum
meski terpepes di dalam kereta

seperti itulah sebuah perjalanan:
orang-orang berbondong-bondong
berangkat pada pagi hari

lalu mereka beramai-ramai kembali
ketika rembang petang
seperti kawanan burung pulang ke sarang

kami tidak berhenti menatapmu
dari balik kaca jendela
yang tak pernah terbuka
dan terluka

ingin sekali mengajakmu
bersenda gurau
di rumput monas atau
di pulau seribu

tapi kau selalu berlalu
setiap beduk bertalu
kau selalu tersipu
ketika malam beku

jakarta yang manis
jangan menangis
jika aku meringis

karena tapak kaki kita
tak pernah koyak oleh bara
apalagi politik kotor
dari kantor-kantor

tak perlu kecil hati
ditikam kawan sendiri
tak perlu nelangsa
mereka mencuri cahaya

oh jakarta
ini sudah senja
mari bergembira

Jakarta, 12 April 2018
MUSTAFA Ismail
@musismail

#puisirakyat #puisi #puisijakarta #indonesia #sastra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: