menulis

Puisi yang Baik

Saya sering ditanya sejumlah kawan (yang baru menulis puisi) dalam banyak kesempatan: bagaimana puisi yang baik itu? Pertanyaan yang sama ditanyakan teman-teman wartawan yang suka berpuisi di WAG Wartawan Berpuisi dini hari tadi.

Definisi puisi itu sangat terbuka. Tapi ada elemen penting puisi yang membedakannya dengan esai atau tulisan jurnalistik: simbol dan bunyi (musikalitas).

Tanpa simbol dan musikalitas ya sulit untuk disebut puisi yang baik. Tapi boleh saja orang mengklaim apa yang ditulisnya itu sebagai puisi. Sama seperti sepeda pakai mesin diklaim sebagai motor — terserah apakah orang mau mengakui atau tidak.

Jadi saya kira, untuk tahap awal dan tanda awal apakah sebuah tulisan bisa disebut puisi yang baik atau tidak perhatikan dua hal penting itu: simbol dan bunyi (musikalitas). Hal-hal lain, entah kedalaman, gagasan, kebaruan, kematangan, dan seterusnya itu pokok bahasan lanjutan. Bagi teman-teman yang baru menulis puisi, pahami saja sampai khatam dua hal itu dulu.

Selamat melanjutkan puasa. Salam puisi selalu. MI | @musismail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: