cangpanah

Tragedi Quick Count Pilpres

Hitung cepat alias quick count (berdasarkan survei atau riset) adalah bagian dari tradisi keilmuan. Riset yang benar tentulah harus jujur, pemilihan dan proporsi sanple benar, jumlah sampel mencukupi, dan data-datanya bisa diverifikasi (ada secara fisik). Prosesnya pun dilakukan dengan benar dan jujur.

Adapun riset abal-abal dikerjakan sesuai dengan kepentingan si pemesannya. Itu sangat mudah diuji — terpenting dia berani membuka data-data mentahnya. Semua data mentah itu bisa diverifikasi ulang, termasuk diuji metodelogi dan analisisnya. Sehingga diperoleh hasil apakah survei itu telah menjalankan prosedut yang benar.

Maka itu, dalam “tragedi” perbedaan hasil hitung cepat pilpres, semua lembaga survei mesti diperiksa dan diuji kesahihan riset mereka. Agar bisa kita ketahui mana survei yang benar dan mana survei yang abal-abal. Dan ini harus dilalkukan sesegera mungkin, sebelum hasil piplres diumumkan, oleh sebuah tim ahli yang independen.

Menurut saya, perbedaan hasil survei pilpres adalah tragedi untuk tradisi keilmuan. Maka untuk menjaga tradisi keilmuan itu tetap luhur, kredibel dan lepas dari segala kepentingan, tak ada jalan lain selain menguji keakuratan survei-survei itu. Semua harus dibuka ke publik seterang-terangnya. [STATUS FACEBOOK 11 JULI 2014]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: